Sebuah Postulat

Gue baru saja men-tweet:

“gue ga kalah sama einstein: umur 17 udah buat postulat. coming really soon!!!”

Sombong abis kan?

Emang

Padahal, kalian mau tau, postulat yang gue ajukan apa? Kalo gak mau tau, ya udah, close aja tab/window blog ini dan bukalah sana blog lain yang menurut kalian lebih seru!! #gaknyantai

kidding haha

Jadi, setelah menonton video klip lagu Taylor Swift “Mine” dari album Speak Now, gue berpikir. Kebiasaan baru nih. Semua dipikirin. Sampe yang remehtemeh masalah sepele aja gue pikirin. Gara-gara video ini, gue menghasilkan sebuah gebrakan!!!! Gebrakan berupa:

Postulat Jodoh (Y) (Y) (Y)

Sering banget kan kita dalam kehidupan sehari-hari ngomong:

“Semoga yang ini jodoh yaa” “Amiin!” –> ketika baru jadian

“Ya udahlah, kalo emang jodoh kan gak akan kemana” –> hopeless kecengan tidak memberikan sinyal positif/ baru putus

Atau hal-hal lainnya. Sering banget kita ngomongin “jodoh” “jodoh” dan “jodoh” tanpa kita tahu jodoh itu yang seperti apa dan mekanismenya seperti apa.

HERE I AM!!!

Postulat canggih nan modern ini telah dipikirkan matang-matang sematang mie indomie goreng yang sedang gue masak ketika gue mendapatkan pencerahan ini. Gue yakin lo-lo semua udah pada gak sabar menantikan jawaban dari pertanyaan meresahkan mengenai jodoh jadiii.. here it is. Postulat ini terdiri dari 3 butir, 3 teori yang masing-masing memiliki peluang yang sama untuk terbukti

1. Jodoh sebagai belahan jiwa

Teori ini singkat saja. Sejak sebelum kita lahir, jiwa kita itu udah ada pasangannya masing-masing. Jika kita bertemu seseorang yang ternyata jiwanya adalah pasangan jiwa kita: itulah jodoh kita

2. Jodoh melalui proses

Pada awalnya kita terlahir tanpa belahan jiwa. Setiap orang punya kemungkinan yang sama untuk berjodoh dengan orang lainnya. Nah, seiring dengan perkembangan kepribadian seseorang dalam lingkungan, watak, sikap, dan perilaku, muncullah orang dengan kepribadian, watak, sikap, dan perilaku yang klop, sesuai dengannya. Jadi jodoh terbentuk seiring pertumbuhan dan perkembangan seseorang

3. Jodoh pernikahan

Sebenernya teori ini yang agak goyah karena arti jodoh yang dilihat dari sudut pandang yang cukup unik: “pernikahan”. Well, sebenernya maksud gue adalah “perkawinan” tapi itu terlalu vulgar haha. Teori ini menjelaskan bahwa siapapun yang menghasilkan keturunan dalam suatu hubungan berarti pasangan tersebut berjodoh. Kenapa? Karena setiap orang, setiap bai tepatnya, lahir ke dunia pasti memiliki arti. Kalaupun pasangan yang menghasilkan keturunan ini tidak bersama selamanya, mereka tetaplah jodoh. Masalahnya, berarti teori ini menganggap bahwa seseorang bisa saja memiliki beberapa jodoh sekaligus…

Gimana?

Gue yakin artikel gue akan menang penghargaan dan ditetapkan menjadi sebuah hukum mengenai perjodohan

P.S.: Tulisan di atas just for fun ya. Just… Well, I dont recommend you to take it seriously haha :p

One response to “Sebuah Postulat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s