Hansip

Im not feeling like posting something in english so Im gonna use Indonesian for this one

Jadi tadi malam gue menginap, sleepover lah istilah kerennya, di rumah Cokol (nama asli: Calie), temen SMP gue, bersama Gigis (nama asli: Fadhila) dan Jender (nama asli: Ghea). Awalnya mau nginep ber-6 gitu, temen2 se-gank waktu SMP, cuman Yansen (nama asli: Danti) dan Naze (nama asli: Anastasia) gak bisa dateng: Yansen kedatengan saudara yang setelah gue baca dari tweet-tweetnya ternyata dia diperbudak oleh bayi-bayi dengan menyuapi mereka makan. dan sayangnya bayi-bayi diktator itu bahkan ga mau makan. Katanya sih Yansen sampe pingin nangis. Kalo Naze gak bisa karena hari Minggu ini ada ujian biola di tempat les musik. Ckck. Padahal Senin besok dia udah mulai kuliah lagi. Susah bener emang ketemuan kalo udah kuliah. Jadwal libur beda-beda cuy.

Seperti biasa, menu utama sleepover sama temen-temen SMP itu pasti  film horor dan (kadang) film thriller. Kali ini, yang membeli dan memilih filmnya adalah gue dan gigis. Pilihan jatuh pada Coming Soon dan Death Bell 2. Sampai di rumah Cokol, makan, becandaan, dan kami baru mulai menonton kira-kira jam setengah 10. Ternyata Jender sama Cokol udah pernah nonton Coming Soon. Cuman untungnya, mereka nonton udah lama banget (2 taun yang lalu) jadi ceritanya pun udah lupa.

ternyata, gue menemukan suatu temuan baru tentang diri gue, akibat nonton film horor

Selain menjadi cewek cengeng, sekarang gue telah berubah menjadi cewek penakut. Demi apa, kemarin gue deg-degan banget lah nonton film yang istilahnya horornya cuman “segitu doang”. Dibandingin Shutter men, SHUTTER, gue gak segitu takut dan deg2annya kayak kemarin lah! Ada penampakan dikit, gue teriak, suasana udah horor sedikit, jantung gue bertalu dengan kencang.Teriaknya juga gak kira-kira lagi. Ditambah pake meluk-meluk bantal dengan kencang terus memutar posisi tidur karena gak mau liat hantunya.

Cemen banget ya gue?

Kenapa sih gue kayak gini: cengeng, penakut. Astaga. Gue harus mengasah keberanian menonton film kayak ginian lah. Waktu liburan panjang Juli kemarin gue nonton Paranormal Activity SENDIRI, TENGAH MALEM, GELAP-GELAPAN and I was so okay. Deg2an pun tidak. Kemarin malem hah hah? Udah mah berame-rame, lampu terang, dan gak tengah malem banget, gue teriaknya kayak apaan aja.

Mungkin kalian bertanya-tanya, kenapa bisa gue nyeritain film hantu tapi judulnya Hansip?

Jadi, di awalnya dia nyeritain suatu film horor yang lagi diputer di suatu bioskop. Pokoknya ceritanya itu tentang perempuan psikopat yang nyulik anak kecil terus matanya dicongkel. Pas akhirnya ketauan sama warga, gue refleks bilang,

“Wah, Hansip dateng”

Kemudian, di film Coming Soo, seperti tipikal jagoan/pemain utama film hantu, si jagoan ini sok-sok mengusut kasus hantu itu dengan mendatangi tempat kejadian dari mana cerita film di bioskop itu diambil. Pas di rumah tua reyot itu, dia jatuh ke ruang bawah tanah karena lantainya lapuk. Si jagoan cewek itu cuman teriak2 dari atas. Gue kesel banget kan, sampe gue bilang,

“Panggil hansip kek, atau apa. Malah teriak2”

Temen2 gue komentar lah karena gue terlalu sering bilang “hansip”. Ya udah sekalian aja gue berkelumit,

“Ya kan, Hansip itu buat gue udah kayak superhero. Bagi gue superman adalah hansip”

Rite, Kris -_____-”

The sleepover was really great! Dan seperti biasa gue selalu menjadi objek bully-an. Selalu. Gak sama temen SMP, SMA,kuliah, gue selalu jadi bahan bully-an. Gue cuman bisa pasrah =.=

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s