Role play – Gonorrhea

Sooo

I am in empathy module and most of the activities are group discussion, with the bestest tutor ever: dr. Petrin from psychiatry🙂🙂 I, myself, feel that those discussions are really helpful for my mental health. Dr. Petrin taught us so much.

Well, some of the discussions include role-playing: the part of this module i love the most❤

And tomorrow we’re gonna do it again! With some better preparations, of course. I did randomization to decide the pair and also the scenario. I got 2 scenarios: one with Juni and the other with Widia. The cases are both interesting: but the one I’ll have with Juni is more… hmmm… “medical”, so I’ll tell you about this one

There’s a young adult boy got urethritis (Indonesia: kencing nanah) and suspected having Gonorrhea which is a Sexually Transmitted Disease. See the paradox here?

YOUNG adult having SEXUALLY TRANSMITTED disease

I’ll play as a doctor and what the hell I should do? Okay Juni just texted like a second ago telling that I should not plan the whole thing, that I should just enjoy it.

Okay, but im freaking out

I think Im gonna get sleep soon tonite :p

And here is my little research on gonorrhea for the role play. I did the paraphrase like I usually do everytime I make a LTM. But this is… Waaaaaay toooo INFORMAL for such a thing called LTM. Hmm, I like it though, make it easier to remember and understand…. for me :p

enjoy😉

P.S.: this is addressed for Juni, so you’ll find his name like everywhere (hyperbolic)

Kencing nanah = gonorrhoeae

Penyebab: Neisseria gonnorhoeae. Ditularkan melalui hubungan seksual (STD = sexually transmitted disease). Pada laki-laki, infeksi bakteri ini menyebabkan urethritis (kencing nanah itu lah). Infeksinya didiagnosis melalui PCR tests.

(sumber: Pathologic Basis of Disease which doesnt really help because it tells too much about the celular mechanism about which patient doesnt want and need to know)

Mengenai tanda dan gejala:

  • Butuh waktu hingga 4 minggu dari pertama kali terinfeksi
  • Ketidaknyamanan pada penis
  • Nanah berwarna-warni (haha, kidding) berwarna hijau, putih, atau kuning dari ujung penis
  • Rasa sakit ketika pipis

(sumber: http://menshealth.about.com/od/sexualdiseasesstds/a/signs_gon.htm)

Mengenai tes diagnosis:

(banyak banget lah sumpah, bukan PCR tests doang. Gue bingung deh itu text book malah bikin orang tambah bingung, bukannya ngasih pencerahan -____-)

Tes untuk menentukan apakah  memang benar kencing nanah itu disebabkan oleh N. Gonorrhoeae dilakukan dengan mengambil sampel cairan tubuh (mungkin maksudnya sperma, idk) atau urin untuk mengecek apakah ada biakan N. gonorrhoeae.

(Eh, tapi gue ambil yang PCR tests aja sih, soalnya dia paling gampang dan sederhana untuk ngejelasinnya)

Jadi, PCR (Polymerase Chain Reaction) ini bagian dari NAAT (Nucleic acid amplification test) di mana dia akan membuat salinan DNA bakteri N. gonorrhoeae. Sangat akurat. Bisa menggunakan spesimen urin atau cairan tubuh yang berasal dari bagian tubuh yang dicurigai terinfeksi bakteri.

(yang gue ragukan, perasaan PCR ini alatnya canggih banget deh pasti tes-nya mahal kan huaa)

Satu jam sebelum tes dilakukan, tidak boleh pipis. Sebelum pipis, bagian genitalnya gak boleh di-lap dulu. Segera tampung pipis-nya (well, its actually “urin yang pertama kali ngucur”, for lack of better words).

Mengambil sampel urin tidak akan menimbulkan ketidaknyamanan lainnya (di luar gejala dari kencing nanah itu sendiri) dan tentu saja ga ada risiko yang dapat dialami karena ngambil sampel urin.

Tes dinyatakan positif (tidak normal) apabila terdapat antigen atau DNA bakteri. Kalo misalkan dikultur, maka akan ada bakteri tersebut.

(sumber: http://www.revolutionhealth.com/conditions/stds/gonorrhea/gonorrhea-test)

JUN, gila, gue nyari harga tes PCR ternyata 7,5 juta!!! Sinting banget sih. Buku patologi ga merakyat banget lah apa coba

Mengenai tes diagnosis (yang lebih murah):

Gram stain (entah bahasa indo-nya apa). Tes dilakukan dengan mengambil cairan dari penis (kalo penderita laki2 tentunya). Cairan ini akan dibuat menjadi preparat dan diberi pewarnaan yang akan mendeteksi bakteri gonorrhea (pewarnaan gram mungkin maksudnya). Tidak se-presisi tes yang molekuler, tapi hasilnya keluar lebih cepat

Pengambilan sampel cairan tubuh dari uretra:

–          Diambil dengan semacam spons (istilah inggrisnya swab tapi gue ga yakin itu emang spons)

–          Akan terasa sedikit ketidaknyamanan dan sedikit rasa sakit

–          Risiko terjadi komplikasi sangat sedikit. Pada kasus yang jarang, seseorang mungkin akan merasa pusing (atau bahkan pingsan) karena ketakutan ketika swab ini dimasukkan ke uretra

haha, maaf ga jelas :)))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s