Sedikit dan Beberapa Pelajaran Hidup

2 minggu sudah gue merasakan seperti apa kehidupan yang akan gue jalani selama… well, selamanya… hahaha. Itu dalam hal akademis dan profesionalitas (anjrit, bahasa gue). Dan dalam 2 minggu, well, hmm 1 minggu ke belakang, gue pun mempelajarai sesuatu yang sebenernya udah harus gue ngerti sincei i really love becoming jane movie. So this one is about lovešŸ˜‰

Betapa hecticnya 2 minggu terakhir, kuliah yang sangat padat, diskusi mandiri kelompok yang perlu ngatur jadwal lagi, tugas2 LTM dan (kalo sial) dapet giliran bikin slide pleno. Ditambah kegiatan di luar kuliah spt kegiatan keagamaan, kepanitiaan. Wow.

Gue juga banyak belajar dari orang lain dan apa yang gue rasakan sendiri. Lucky me, i have three caring big brothers here who…Ā  do really care about me. Perkataan mereka lah yang sedikit banyak membuat gue mau tergerak untuk berubah. Berubah apa? Merubah bahwa, well, life’s is a climb but the view is great. Sebelumnya gue pernah memberi post dengan judul ini, tapi sepertinya gue sendiri bahkan belum ngerti artinya. Kayak kata miley cyrus the climb:

“there’s always gonna be another mountain, im always gonna wanna make it move. Always gonna be an uphill battle. And sometimes im just gonna have to lose”

That very last part of theĀ  above, well, that’s the thing i could not really accept hehe. I reaaaaally hate when I,myself, make mistakes. Walaupun sebenernya membuat kesalahan adalah hal yang sangat manusiawi, but i just dont like it very much. Tapi, gue dikasih tau kak putra (one of the big bros hehe) something like

“Kris, it’s all about the climb”

terserah orang lain mau gimana mau menilai seperti apa, karena cuman kita yang tahu apa yang telah bener2 kita lakukan di balik penilaian itu. Apa yang menjadi usaha kita mungkin tercermin dalam peraihan prestasi akademis, tapi ketika itu tidak terjadi, maka pertanggungjawabkan lah usaha tersebut pada masyarakat nantišŸ™‚

Dan ketika penilaian itu tertuang dalam suatu bentuk perlakuan kepada kita, ya udah, tanggapilah dengan lapang. Bahkan ketika perlakuan itu tidak baik. Namun, bisikkan lah pada diri kita masing2, bahwa kita tidak akan pernah memperlakukan orang lain dg perlakuan yang seperti itu.

Kemarin2 gue lupa bagian “tanggapilah dengan lapang”, karena gue merasa sangat sedih ketika gue diperlakukan dengan tidak baik. Sakit hati deh. Ketika mengingat itu pun gue rasanya pingin nangis, tapi justru kesedihan dan kemarahan itu lah yang membuat gue semakin bertekad untuk tidak melakukannya.

Jiji banget lah omongan gue filosofis banget.

Tapi ini reminder buat gue juga sih, jadi kalo gue mengulangi lagi apa yang gue rasakan kemarin ini, just click this link and voilaaa…

Kemudian case kedua..

Selama ini nyokap banyak memberi masukan tentang masalah percintaan sementara bokap gue sangat apatis. Salah satu yang selalu gue ingat karena selalu ditekankan terus dalam setiap pembicaraanĀ  yang menyangkut cowok adalah seperti ini:

“Cowok itu yg penting baik dan suka sama kamu. Biasanya cewek kalo disenengin sama cowok buat suka balik-nya itu cepet.”

Okay,

Tapi, gue ga bisa nipu diri gue sendiri, kalo memang di lingkungan gue banyak sekali godaan. Gue kemaren dijemput di stasiun, terus makan di warung tenda sama nyokap, omongannya semua tentang cowok2 di kampus yang oke2. Gue bilang kan buat ngeceng2 aja, tapi sepertinya nyokap emang sangat mengerti gue sampe akhirnya beliau bilang,

“kalo kamu emang suka cowok ganteng, ya udah cari aja yang ganteng. Sebenernya prinsip hubungan kan SALING suka. Walaupun ada cowok baik dan suka sama kamu (namun sayang arsitekturnya kurang oke :p) tapi kalo kamu-nya ga suka dan jadi ga setia, ya lebih baik ga usah aja. Kasian juga kan cowok nya dan kamu juga jadi ga nyaman”

Intinya adalah, gue skrg boleh memasukkan kriteria ganteng ke dalam syarat “the perfectĀ  man”

hahahahaha

but im not sooooo in mood in having any kind of exclusive relationship actually. It’s reaally nice being single and having all the time you have just for yourself. With some flings and also posibilities in every each day to know someone new, have friends.

For me, it’s just not right for someone in my age thinking of being with someone for years (moreover marriage!!! urgh) and not wanting to know “who-elses” out there.

i.. wanna be free

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s