19 November 2010

What’s so special about the date?

19-11-2010?

19112010?

Does it look different from something like, let says..

13072010?

You know what,for me, at first it did look different🙂

Jadi, gue itu pemuja angka 13. Bukan karena gue penggemar kontroversial dan kontradiksi, but I simply like 13 just because I was born at 13th of October. I believe that’s my lucky number. Rasanya gue selama ini selalu mengusahakan sgala sesuatu dengan nuansa 13. Waktu masih jaman SMA, mau ulangan kan ada nomer soalnya. Gue selalu harus mendapatkan soal nomor 13, and all my friends and my teachers knew that -,- My previous PIN number for my phone was 0169: means 13×13

Pokoknya segalanya harus 13

Namuun, karena dipicu oleh suatu hal, well, gue merasa 13 tidak se-spesial sebelumnya. Okay, it’s still special, because I was born at the 13th. Dan kenapa 1307 bermakna? Karena gue suka banget angka 13 dan 7, namun sayangnya ga ada tanggal 7 bulan 13 kan haha. Dulu, gue bener2 mencita2kan punya hari spesial di tanggal 13 semua.

Sekarang?

Gue banyak belajar dari beberapa minggu terakhir dalam kehidupan gue. Sebenernya, apa yang udah kita rencanain baik-baik, penuh perhitungan, tetep aja pada akhirnya itu hasilnya gak aakan ada yang tau. Orang boleh punya keyakinan bahwa suatu hal pasti akan (bahkan sudah) terjadi, tapi masih ada satu kekuatan yang mengatur segalanya, yang menentukan apakah yang udah kita rencanain itu berhasil atau engga. Sebaliknya, sesuatu yang orang-orang (bahkan gue sendiri) pikir sangat clumsy, tidak terstruktur, tidak ada perencanaan yang baik, bener-bener bisa terjadi dan hasilnya luar biasa.

Apalagi dalam hal yang tidak bisa dihitung secara matematis, dibuktikan dengan rumus fisika, kecepatan reaksinya pun ga bisa diukur sama kimia, dan teori biologisnya masih belum pasti: cinta😉

Ketika gue bertemu Alit, gue gatau apa yang melandasi keputusan gue, but I know, he’s right for me🙂 Dan kemudian, dalam kecepatan yang sangat singkat (hehe), it just happened, tanpa pembenaran, tanpa alasan. Okay, emang dasar gue ga pernah puas menerima sesuatu tanpa alasan, pikiran logis gue mencari-cari apa yang menyebabkan itu: Alit gini, Alit gitu (yang baik2 lho liit haha). Tapi pada dasarnya, semua itu terjadi karena memang harus terjadi.

Jumat, 19 November 2010, jam stgh 6 di jalanan di bawah pepohonan rindang di hadapan gedung rektorat UI, I gave an answer “yes” for him🙂

Semoga kita langgeng, Alit Putra🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s