Kembali hidup

Gue tau (dan lo-lo yang sering baca blog gue pastinya tau juga) bahwa judul blog gue selalu lebay, tak terkecuali yg ini. ‘Kembali Hidup’, rasanya sangat berat dan penuh esensi dan pelajaran kehidupan.

Mistis.

Anyway, maaf kalo kalimat pertama post kali ini aja udah bikin muntah, tapi you know, cuma ada 1 hal yang bisa ngebuat gue lebay parah kayak gini

GUE MENEMUKAN KECENGAN BARU

Oke, sebelum gue cerita tentang siapa COWOK BERUNTUNG itu (HAHAHAHA). Gue mau cerita tentang sesuatu yang lain dulu.

Inget kan post gue yang terakhir, yang tentang Becoming Jane v.s. chicklit? Nah, inget kan gue keranjingan baca novel chicklit selama 3 tahun SMA ini dan novel teenlit selama SMP? Dan betapa dalam kehidupan asli tidak ada yang pernah happy ending kayak di buku-buku itu?

Gue telah menelaah perasaan-perasaan gue dan menganalisanya. Membuat suatu kesimpulan yang mungkin sangat masuk akal.

Gini. Buku teenlit yang sering gue baca waktu SMP itu semuanya tentang kehidupan remaja SMA. dan buku-buku chicklit yang gue baca 3 tahun terakhir, sampai sekarang itu, semuanya tentang wanita-wanita karir metropolitan yang hidup di kota besar. Dan lajang. Dan akhirnya menemukan ‘the one’ untuk mengakhiri status lajangnya. JELAS banget di sini, gue baca buku teenlit waktu SMP untuk mendapatkan ‘gambaran kehidupan SMA’. Well, mungkin sebenernya gue sedikit-banyak mengharapkan kehidupan SMA gue bakal seperti kayak yang di buku-buku teenlit itu. Cewek yang ga terlalu populer jadian sama cowok paling populer dan paling ganteng 1 sekolahan. GUE lah si ‘cewek yang ga terlalu populer itu’ dan …. er….. entah siapapun itu akan menjadi cowok populer yang bakal jatuh cinta sama gue, bukannya the cheer captain yang cantik dan langsing dan berkaki jenjang.

Tentu saja kehidupan SMA gue JAUH SEKALI dari cerita2 teenlit itu.

Cowok yang gue kecengin (well kebanyakan) bukan cowok paling populer satu sekolah. Cowok2 biasa aja, temen. TAPI tetep aja nolak gue. Dan tentu aja cewek paling cantik satu sekolah (walaupun di sekolah gue banyak cewek cantik, jadi ga tau siapa yang TERcantiknya) yang akan mendapat cowok yang ganteng. Tentu saja cewek-cewek seperti gue (silakan deskripsikan sendiri) GAK AKAN PERNAH dapet “the headquarter football player” (walaupun di sekolah ga ada olahraga rugby). Kalaupun ada yang gitu, jelas, itu kasus langka yang SATU BANDING SATU JUTA.

Jadi, readers, yang mau masuk SMP, atau SMA, terutama untuk cewek2, hapuskanlah khayalan2 mengenai romansa di sekolah dengan cowok paling populer (apalagi kalo cowok populer itu si kakak kelas). Jalani hidup dengan biasa aja. Ngeceng2 aja, tapi jangan terlalu dibutakan sama ekspektasi berlebihan yang menentang HUKUM ALAM

Well, itu emang HUKUM ALAM kan? (si ganteng jadian dengan si cantik. si populer jadian dengan si populer.  walaupun akhir2 ini sering gue liat di mall, SERING BANGET, si cowo jelek dan si cewe cantik. tapi tetep aja, itu kan rugi buat cewenya).

Nah, setelah gue menyinpulkan seperti ini, gue jadi tau kenapa gue sangat tertarik membaca chicklit dan menonton film-film komedi romantis. karena gue MENGHARAPKAN gue bakal mengalami kejadian seperti itu suatu saat nanti. Setelah gue pikir-pikir lagi, mungkin bener memang ga ada yang namanya cinta romantis. Mungkin semua itu cuman reaksi phenyletylamine di dalam otak yang ngebuat kita merasa seperti jatuh cinta. padahal itu reaksi kimia doang. yang lama kelamaan akan berakhir.

omygod, gue jadi sinis gini.

oke, pokoknya gue akan secara berangsur-angsur mengurangi nonton komedi romantis dan baca chicklit. tapi kalo kisah cinta yang berakhir tragis seperti becoming jane dan atonement, yaa gak apa-apa kali ya. paling mewek doang.

Nah, sekarang baru ke topik kedua, yang merepresentasikan judul post gue kali ini

KEMBALI HIDUP KARENA GUE MENEMUKAN KECENGAN BARU

Hahahahaha

Lo pasti bakal kaget siapa yang gue kecengin, karena sebenernya kalo dibandingin kecengan gue yang terakhir, well, standarnya agak jatoh

Tapi seenggaknya dia baiiik banget.

YA AMPUN TUHAN, AKHIRNYA GUE BISA JUGA SUKA SAMA COWOK KARENA DIA BAIK. BUKAN KARENA DIA LUCU HAHAHAHAHA

Gue rasa dia ga akan baca blog ini. Kalo pun baca what the hell lah gue ga peduli. Gue sekarang maen frontal2an aja (padahal dari dulu juga udah frontal).

Dia orang bali (jelas). Kuliah, di ITB. Angkatan… Hmmm 2008. JANGAN KAGET, TEMAN! BUKAN “DIA” YANG ADA DI PIKIRAN KALIAN. Jurusan teknik perminyakan FTTM (nah, see, it’s not HIM, hihi). Lebih tua 4 taun. Dan gue bahkan tidak memanggil dia ‘kak’,’mas’,atau’bli’.Dan gue ngomongnya (di sms) ber-gue-elo dengan dia.

Dan aaaaah…. Dia lahir di tanggal yang sama dengan tanggal lahir gue

Udahlah ini mah tinggal gue sebuta aja namanya, udah jelas gini ciri-cirinya.

Gue mati deh ini kalo dia baca blog gue.

Atau jangan-jangan dia sebenernya pembaca setia blog gue.

Peduli dehh, bentar lagi gue mau pindah ini, seperti kata gue ke lika, TIDAK ADA URAT MALU YANG PERLU GUE SELAMATKAN. Gue bakal main frontal-frontalan. Kalo mau gue bisa aja ngirim link post gue yang ini ke FB dia. GUE BISA, TAPI MASALAHNYA GUE GA BERANI…

Hemmm, seperti kata lika, gue ga akan bikin dia takut. Apalagi trauma. Soalnya (gue yang menyimpulkan) dia orangnya pemalu.

OHYA DAN MINGGU DEPAN (katanya) DIA BAKAL PULANG KAMPUNG KE BALI DAN GUE GATAU KAPAN DIA BAKAL BALIK KE BANDUNG. Bisa jadi setelah gue pindah ke jakarta (depok). Bisa jadi tadi itu terakhir kalinya gue ngeliat muka dia secara langsung.

MAKANYA GUE BAKAL MAIN FRONTAL-FRONTALAN

udahlah. Gue setres banget, curhat kayak orang ga waras di post yang seharusnya meaningfull dan penuh pelajaran hidup (muntah dah lo). Sekarang gue bakal sms dia seperti yang malika instruksikan.

Finger crossed, wish me luck this time!!

2 responses to “Kembali hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s