Kecepatan membaca 100Mbps

oke, gue rasa ini menyedihkan.

dua minggu lebih 2 hari gue menghabiskan sebagian besar waktu yang gue miliki untuk membaca. minggu pertama gue ngebaca biologi (karena mau persiapan lomba NMGBC, for further take a look at the post before my last post). minggu kedua, setelah lomba yang amat sangat menyenangkan sekali, namun penuh kontroversi dan pertumpahan darah, akhirnya gue bisa bersantai. dengan membaca. pagi baca koran (harus Kompas, bukan promosi, cuman political point of view Kompas sesuai buat gue: enggak memihak, kalaupun memihak, dalam proporsi yang sewajarnya). gue baca koran lama banget, biasanya sampe siang. kalo kebetulan hari itu keluar rumah dari pagi, gue baca koran dimanapun gue bisa: mobil, kantin. setiap artikel yang judulnya gue anggap menarik, selalu gue baca dengan teliti. bahkan tentang ekonomi dan keuangan lhoo. kadang ada yang satu paragraf penuh gue ga ngerti isinya, tapi tetep gue baca. intinya adalah ngebaca, kalo ga ngerti ya baca aja, jangan berusaha cari artinya. kalo mau cari artinya silakan aja, tapi itu artinya harus melibatkan sebuah kamus istilah ekonomi, kerja keras otak, dan beberapa jam dalam hidup lo. gue sih lagi liburan.

anyway

siang harinya gue lanjut baca novel CHICKLIT yang gue beli tapi belum dibaca, atau novel APAPUN (yang kebanyakan tetep chicklit) yang gue pinjem dari perpus setelah meyakinkan bu lala dan pa mul (pustakawan/wati perpus sekolah gue) bahwa gue tidak akan membawa kabur buku itu ke jakarta. atau gue sumbangin ke panti asuhan. atau kemanapun. biasanya gue selalu berlama2 dalam membaca segala sesuatu, terutama novel. karena gue orang yang sangat lebay dan bisa memvisualisasikan tiap kata, tiap TANDA BACA, dengan tepat, terperinci dan dengan lebay. akhirnya karena kebiasaan membaca gue yang semakin ‘memabukkan’, gue sekarang bisa membaca dengan kecepatan yang akan membuat bu detty (guru bahasa indo SMP) dan pa yudi (guru bahasa indo SMA) bangga, karena dulu2 waktu tes kecepatan membaca, gue termasuk lambat. well, lambat, tapi gue bisa ngejawab 90% pertanyaan yang berhubungan dengan bacaan.

malemnya, biasanya gue nonton 2 dvd. sampe tengah malem. dan sialnya, gue selalu aja ada masalah dengan dvd yg gue beli: macet, subtitle yang sialan, bahkan suara yang ga barengan sama gambarnya. sekalinya kualitas suara, subtitle dan gambarnya bagus, ternyata dvdnya ga rame sampe gue ketiduran dan bangut2 tinggal credit title nya. cuman udah 4 hari terakhir gue ga nonton dvd karena masalah trauma toraks dan abdomen (lho?).

jadi intinya, gue udah membaca banyak buku chicklit yang berisi berbagai cerita menarik tentang wanita (yang kebanyakan lajang) pada umur 30an dari berbagai penjuru dunia dengan masalah mereka masing2. ada yang di inggris dengan kebingunan akan definisi cinta (yang katanya cinta itu adalah gairah, rasa hormat, dan… dan apa ya? kepercayaan? gue lupa, asli. dan dengan definisi ini, katanya, KATANYA lho, kalo kita udah punya 2 aja dalam suatu hubungan, itu udah lebih dari cukup. kalo punya ketiganya, well, buku itu bilang kita ngga perlu mati untuk merasakan surga). ada juga (di inggris lagi), yang membeberkan rahasia terdalamnya dengan seseorang di pesawat, yang dia pikir bukan siapa2. padahal dia SIAPA2 SEKALI. ada juga tentang kehidupan rumah tangga yang ga bahagi. dan tentu saja, tentang betapa brengseknya cowok yang selingkuh.

sepertinya gue akan meresensi beberapa buku. 2 aja ya, udah 2 jam gue di warnet. biar adil, 1 buku chicklit, 1 buku non-chicklit. tapi 2-2nya gue pinjem di perpus hehehe.

oke. ehem.

yang pertama judulnya 5cm. pengarangnya… wait, gue inget2, namanya gampang kok. aha! DENNY! (entah kenapa gue jadi inget denny indrayana, sekretaris satgas. soalnya dia sering banget mewakili satgas buat di wawancara). 5cm ini buku indonesia, yang ngarang orang indonesia, dan latarnya juga indonesia. menurut gue buku ini keren banget. segala obrolan kelima sahabat sejak SMA (terutama ketika mereka akhirnya bertemu setelah 3 bulan memutuskan untuk tidak berkirim kabar) menurut gue sangat…. sangat tinggi. filososinya tinggi. memang kadang agak terkesan lebay, karena, gue yakin, ga banyak kelompok pertemanan yang anggotanya berumur 24 tahun dan membicarakan socrates-plato dalam perjalanan mereka di kereta bisnis butut ke malang. jadi yaaaa.. lil bit unrealistic. tapi omongan2 itu emang sangat bijak kok (dan menurut gue lebih pantes diomongin oleh… well, orang bijak). kadang, mmm SERING, gue ngerasa agak2 ga ngerti karena pembicaraannya yang berbelit2. cuman, buku itu mengajarkan gue satu hal: nasionalisme. anjritlaaah, gue ga tahan waktu ngebaca suratnya Deniek yang ditinggalin di makamnya adrian. terakhir gue nangisin novel (NOVEL lho ya, kalo film sih banyak yg ditangisin… seperti becoming jane, yang selalu gue tangisin tiap nonton) itu waktu baca PS I Love You. Yang ngarang Cecilia Ahern, anak PM Irlandia (nasih jadi PM gak sih? irlandia jarang2 disebut di kompas nih). Jelas, gara2 novel itu rasanya gue pingin upacara dan memberikan penghormatan tertinggi ke Sang Merah Putih (anyway, ada yang punya rekaman Kongres Pemuda II 28 oktober 1928 pas WR Supratman melagukan Indonesia Raya untuk pertama kalinya. dengan biola sebagai alat musiknya. gue denger deskripsinya aja nangis2 lho). Ada 1 hal yang gue kurang suka. salah satu tokoh utama bernama Ian, sebelumnya memutuskan untuk ngambil studi di inggris. Tapi setelah perjalanan ke Mahameru, dia membatalkannya atas dasar cinta negeri. Kalo kata gue sih kita belajar di luar negeri bukan berarti kita pengkhianat bangsa. kecuali kalo kita kerja di sana, nikah sama orang sana, dan berganti kewarganegaraan, dan ga pulang lagi ke indonesia… baru itu pengkhianat bangsa. Sebaiknya dia tetep ke Inggris, belajar yang serius, dapet cum laude, serep ilmu sebanyak2nya… CURI ilmu sebanyak2nya, dan balik ke indonesia kerja di sini, membangun negeri ini dengan seluruh pengetahuan yang dia dapet di inggris. Keren kan? Kalo kayak gitu baru indonesia jadi maju, sejajar sama negara2 maju lainnya. satu lagi, om denny. ada satu hal yang pasti di dunia ini (selain ketidakpastian itu sendiri)… yaitu kematian

novel kedua. baru aja gue beres baca beberapa jam yang lalu. berjudul where rainbow ends. karangan Cecilia Ahern. Menyentuh banget. Dan sangat ‘kehidupan nyata’ banget. Masalah yang 1 beres, muncul masalah lain. Ada kendala2 dalam hidup yang, damn it, you’ll never what you’re gonna face in the next second of your life. gue ga bisa cerita banyak tentang buku ini. terlalu unspeakable. terlalu indah untuk diresensi (haha apaa coba). Tapi ada satu pelajaran yang jelas dari buku ini, sangat klasik, bahkan kolot: jodoh memang ga akan kemana. meskipun baru dipertemukan dengan jodoh itu pas umur 50 taun, meskipun harus mengalami kegagalan pernikahan sampai 2x. Well gue (dan semua orang) sih pinginnya satu kali nikah, nikah sama jodoh, tidak terpisahkan sampai maut yang memisahkan. yang jelas: JANGAN BURU2 NIKAH SANA NIKAH SINI. mening nunggu deh. kayak Anju (tokoh di salah satu novel chicklit dg latar belakang budaya india) yang nikah umur 36 tapi langsung sama jodohnya. Padahal dia orang India yang (katanya) kalo cewek belum nikah umur 25 aja udah dianggap perawan tua dan keluarganya digunjingkan.

okeee. sudah 1.5 jam gue di warnet. matahari udah terbenam dan kaki gue mulai pegel2. dan gue mulai digigitin nyamuk. oce guyss, selamat…. menjalani hari2!

6 responses to “Kecepatan membaca 100Mbps

  1. weits kris, gue malah dikasih buku Ilmuwan dan Bahasa Indonesia lho sama nyokap gue, terbitan tahun 1988… dan gue baca juga soalnya ternyata rame. gelo gak sih gue?

  2. jadi orang2 dari bidang masing2 bikin tulisan tentang bahasa indonesia, kayak kumpulan artikel gitu. nih misalnya judulnya ‘perkembangan bahasa idnonesia di bidang ilmu kedokteran’, ‘memperindonesiakan biologi’, ‘bahasa idnonesia sebagai bahasa matriks dan induk’, gitu semua sampe 15 biji.

  3. hueehehehehhe….

    btw klo gw denger 5cm tu kok otak gw langsung nyambung ama anime yg super keren (storynya…) 5cm per seconds…
    ceritanya tentang co dan ce yang jadi sahabat pena ketika SD dan memutuskan untuk bertemu ketika si co bakal pindah tempat tinggal…
    lalu mereka tumbuh sendiri2 sambil tetap mengharapkan datangnya surat (yang ternyata tidak datang2…)

    hmmm… ngingetnya aja jadi terharu nih…

    nanti klo mau gw kasi deh…
    bawa aja flashdisk 4 giga an ato dvd kosong…

    btw yang kamu bilang ke mahameru tu yang ini ya???

  4. Hai Krisna🙂

    Thanks for came by at my ‘field’ before. Maaf, baru buka blog lagi, kelamaan hiatus, atau keasikan ama twitter kali ya, hehehe…

    Gw juga ud baca 5cm, entahla ya, menurut gw cerita disitu kok kesannya terlalu utopis, everything looks perfect, flawless and predictable…

    ( menurut gw sih😛 )

    Keep reading yaaa…

    *cheers*

  5. Hei Adit!
    Seneng banget nih gue, lo sempet ngebaca blog gue yang ga penting ini >,<
    Thanks a lott!
    *gue udah jarang denger the messenger nih hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s